Amanah Majelis Syuriah Dalam Pelantikan Pengurus Wilayah DKI Jakarta

Amanah Majelis Syuriah

Ustadzah Hj. Atiqoh Noer Alie, MA [1]

Bismillahirrahmanirrahim

ุฅูู†ูŽู‘ ุงู„ู’ุญูŽู…ู’ุฏูŽ ู„ูู„ูŽู‘ู‡ู ู†ูŽุญู’ู…ูŽุฏูู‡ู ูˆูŽู†ูŽุณู’ุชูŽุนููŠู’ู†ูู‡ู ูˆูŽู†ูŽุณู’ุชูŽุบู’ููุฑูู‡ูุŒ ูˆูŽู†ูŽุนููˆุฐู ุจูุงู„ู„ู‡ู ู…ูู†ู’ ุดูุฑููˆู’ุฑู ุฃูŽู†ู’ููุณูู†ูŽุงุŒ ูˆูŽู…ูู†ู’ ุณูŽูŠูู‘ุฆูŽุงุชู ุฃูŽุนู’ู…ูŽุงู„ูู†ูŽุงุŒ ู…ูŽู†ู’ ูŠูŽู‡ู’ุฏูู‡ู ุงู„ู„ู‡ู ููŽู„ุงูŽ ู…ูุถูู„ูŽู‘ ู„ูŽู‡ูุŒ ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ูŠูุถู’ู„ูู„ู’ ููŽู„ุงูŽ ู‡ูŽุงุฏููŠูŽ ู„ูŽู‡ู ุŒูŽุฃูŽุดู’ู‡ูŽุฏู ุฃูŽู†ู’ ู„ุงูŽ ุฅูู„ูŽู‡ูŽ ุฅูู„ุงูŽู‘ ุงู„ู„ู‡ู ูˆูŽุญู’ุฏูŽู‡ู ู„ุงูŽุดูŽุฑููŠู’ูƒูŽ ู„ูŽู‡ู , ูˆูŽุฃูŽุดู’ู‡ูŽุฏู ุฃูŽู†ูŽู‘ ู…ูุญูŽู…ูŽู‘ุฏู‹ุง ุนูŽุจู’ุฏูู‡ู ูˆูŽุฑูŽุณููˆู’ู„ูู‡ู. ุงูŽู„ู„ูŽู‘ู‡ูู…ูŽู‘ ุตูŽู„ูู‘ ูˆูŽุณูŽู„ูู‘ู…ู’ ูˆูŽุจูŽุงุฑููƒู’ ุนูŽู„ูŽู‰ ุณูŽูŠูู‘ุฏูู†ูŽุง ู…ูุญูŽู…ูŽู‘ุฏู ูˆูŽุนูŽู„ูŽู‰ ุขู„ูู‡ู ูˆูŽุตูŽุญู’ุจูู‡ู ุงูŽุฌู’ู…ูŽุนููŠู’ู†ูŽ. ุฃูŽู…ูŽู‘ุง ุจูŽุนู’ุฏู

Yang kami hormati :

  1. Gubernur DKI Jakarta Bapak Dr. Ir. Paramono Anung Wibowo, M,M
  2. Jajaran Pemerintah Provinsi DKI Jakarta
  3. Majelis Syuriah dan Pengurus Tanfidziyah Rusydatul Ummah Pusat
  4. Pengurus Rusydatul Ummah Wilayah DKI Jakarta
  5. Para Ulama, Undangan, Hadirin dan Hadirat yang dirahmati Allah

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Puji dan Syukur kita panjatkan kehadirat Allah swt, yang atas perkenan-Nya kita dapat berkumpul diruangan yang diberkahi ini dalam rangka Pelantikan Pengurus Wilayah Provinsi DKI Jakarta masa bakti 2025-2030. Shalawat serta salam senantiasa kita curahkan kepada Nabi besar Muhammad saw yang senantiasa kita harapkan syafaatnya pada hari kiamat kelak. Amiin Ya Robbal Alamin

Hadirin dan Hadirat rahimakumullah

Pada kesempatan kali ini, izinkan saya menyampaikan amanah Majelis Syuriah kepada kader-kader Rusydatul Ummah, baik yang berada di Wilayah Provinsi Jakarta maupun ditempat lainnya.

Amanah Pertama: Untuk sampai pada tujuan organisasi dan cita-cita dakwah Rusydatul Ummah sebagaimana diharapkan, Rusydatul Ummah harus fokus pada tujuannya. Dalam hal ini, sebagaimana diamanahkan dalam musyawarah besar Rusydatul Ummah yang dilaksanakan tahun 2024 lalu di Pondok Pesantren Attaqwa Putri. Rusydatul Ummah memiliki 3 fokus pembinaan, yaitu: (1) Pembinaan Majelis Taklim, (2) Pendampingan Perempuan dan anak, serta (3) Pendampingan dhuafa.

Ketiga fokus ini hendaknya dicapai melalui tiga metode dakwah, yaitu; pertama, dakwah bil lisan; kedua, dakwah bil hal dan ketiga, dakwah bil mal. Alhamdulillah, selama 3 dekade, kami telah membina dan memastikan Rusydatul Ummah telah bergerak berkontribusi dalam ketiga aspek dan tiga metode ini. Kedepannya Majelis Syuriah berharap, Rusydatul Ummah diberbagai lini kepengurusan, dapat berkembang lebih banyak dan lebih luas lagi dalam tiga fokus dan metode ini.

Amanah Kedua: Sebagai organisasi dakwah, hendaknya semua kader Rusydatul Ummah, memiliki dan senantiasa menanamkan karakter dakwah sebagaimana yang dicontohkan oleh guru kita, murabbi kita, al-walid al-mujahid fi sabilillah, Almarhum Almaghfurlah KH. Noer Alie. Dalam pemaparan KH. Kholilullah Akhmas, beliau menuturkan ada 6 karakter dakwah yang dimiliki oleh Almaghfurlah KH. Noer Alie dan dapat menjadi teladan kita dalam meneladani karakter dakwah Rusydatul Ummah:

(1) Mutafaqqih fid diin (Ahli Bidang Agama)

KH. Noer Alie dikenal luas sebagai ulama yang memiliki kapasitas dan kompetensi pemahaman agama yang dalam dan luas. Begitu juga seharusnya, gambaran daiyah-daiyah kader Rusydatul Ummah. Hendaknya para kader adalah mutafaqqih fiddin dalam bidang keilmuannya masing-masing. Kader Rusydatul Ummah harus mau belajar, mendalami dan mengembangkan keilmuan, serta meningkatkan skil dan kemampuan, baik dalam dakwah bil lisan, dakwah bil qolam, dakwah bil hal, bahkan meningkatkan ekonomi dalam dakwah bi mal. Kemampuan ini harus dilengkapi dengan kemampuan kader untuk adaptif terhadap perkembangan zaman, jangan gaptek, jangan menarik diri, kuasai media dakwah di media sosial dan internet.

(2) Mutawasith (Moderat)

KH. Noer Alie dikenal sebagai ulama yang moderat dan luwes dalam berdakwah. Beliau bukan hanya bergaul dengan ulama dan santri, namun juga akrab dengan para jawara dan bahkan berinteraksi secara baik dengan non muslim Tionghoa. Rusydatul Ummah hendaknya bersikap moderat, tidak menjadi oganisasi yang keras dalam berdakwah, senantiasa melihat dan mempertimbangkan kondisi umat dan masyarakat.

(3) Munadzdzim (organisatoris)

KH. Noer Alie merupakan organisator, aktifis dan politikus. Hal ini juga wajib dimiliki oleh Rusydatul Ummah, baik ditingkat Pusat, Wilayah maupun Cabang. Memperbaiki dan menguatkan manajemen sebuah organisasi merupakan kewajiban dan keniscayaan. Organisasi yang terorganisir artinya tertata, terstruktur serta disiplin dalam menjalankan amanah organisasi. Bersikap Ikhlas dan berjiwa ridho, lillahi taโ€™ala dalam melaksanakan amanah ummat

(4) Muharrik (Dinamisator)

KH. Noer Alie memiliki kemampuan luar biasa untuk menggerakkan massa. Hal ini dibuktikan sejak beliau memimpin gerakan perjuangan melawan penjajah hingga masa mengisi kemerdekaan. Tidak heran, berkat jasanya ini, beliau dianugerahi sebagai Pahlawan Nasional.

Organisasi dan kader Rusydatul Ummah harus meneladani jiwa dan kemampuan tersebut, hingga menjadi organisasi dakwah yang memiliki peran aktif, inspiratif dan mendorong perubahan positif dalam masyarakat, baik dibidang agama, keilmuan, sosial, maupun lingkungan.

(5) Mumsik (Pengendali)

KH. Noer Alie merupakan sosok pemimpin yang mampu memimpin secara terarah dan efektif, sehingga memungkinkan tercapainya tujuan bersama secara maksimal. Untuk itu Rusydatul Ummah harus dapat menentukan dan memahami visi, misi serta tujuan organisasi serta bagaimana  mengelola sumber dayanya secara efektif.

(6) Mujaddid (Pembaharu)

KH.Noer Alie dikenal sebagai tokoh ulama pembaharu. Rusydatul Ummah pun harus menjadi mujaddid atau organisasi yang menjadi agen perubahan. Organisasi yang mampu menghasilkan ide dan solusi baru yang relevan dan berdampak dalam menyelesaikan permasalahan umat dan bangsa. Tidak hanya duduk di Majelis Taklim, namun mau keluar untuk berkontribusi melayani masyarakat.

Hadirin dan Hadirat rahimakumullah

Untuk sampai pada 5 karakter dakwah tersebut, Rusydatul Ummah harus menyusun beberapa langkah penting:

Pertama, penguatan visi dan misi; Kedua, memahami masalah dan kebutuhan ummat dilapangan; Ketiga membangun organisasi dan tim yang solid; keempat, merancang program kerja yang berdampak dan terukur; kelima, bekerjasama dan berkolaborasi dengan berbagai pihak, lembaga, organisasi, LSM dan terutama pemerintah, baik pusat maupun daerah; dan keenam, memanfaatkan kemajuan teknologi.

Demikian Amanah Majelis Syuriah ini kami sampaikan semoga dapat diperhatikan dan dilaksanakan oleh semua kader Rusydatul Ummah. Semoga Rusydatul Ummah terutama Rusydatul Ummah Wilayah Provinsi DKI Jakarta dapat menjadi organisasi yang kontributif, aktif dan professional, meneguhkan cita cita dan karakter dakwah Rusydatul Ummah.

Wallahul muwaffiq ila aqwamitthariq. 

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Ketua Majelis Syuriah Rusydatul Ummah Pusat

Hj. Atiqoh Noer Alie. MA


[1] Disampaikan dalam pelantikan Pengurus Rusydatul Ummah Wilayah Provinsi DKI Jakarta, pada tanggal 30 Agustus 2025, di Gedung Serbaguna Graha Ali Sadikin, Balai Kota DKI Jakarta.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *